Tampilkan postingan dengan label lengkap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lengkap. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 November 2013

Data Lengkap RAPBN 2014 dan Asumsi asumsinya

Data Lengkap RAPBN 2014 dan Asumsi-asumsinya - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan nota keuangan 2014 dan RAPBN 2014. Berikut data lengkap RAPBN 2014 dan asumsi-asumsinya.

Nota keuangan RAPBN 2014 ini disampaikan Presiden SBY dalam pidatonya di depan anggota DPR, Jumat (16/8/2013).
RAPBN 2014 terdiri dari Penerimaan Rp 1.662,5 Triliun, Belanja Rp 1.816,7 triliun 



Berikut data lengkap RAPBN dan asumsi-asumsinya:

Anggaran Penerimaan: Rp 1.662,5 Triliun (naik 10,7% dari 2013 Rp 1.502,0 triliun)

Anggaran Belanja: Rp 1.816,7 triliun (naik 5,2% dari 2013 Rp 1.726,2 triliun)

Penerimaan pajak: Rp 1.310,2 triliun (naik 14,1 persen dari 2013 Rp 1.148,4 triliun)

Defisit Anggaran: Rp 154,2 triliun atau 1,49 persen terhadap PDB, turun dibanding APBNP 2013 yang mencapai 2,38 persen dari PDB. 

Pertumbuhan ekonomi: 6,4 persen (naik dari 2013 sebesar 6,3%)

Laju inflasi: kisaran 4,5 persen (turun dari APBN-P 2013 7,2%)

Nilai tukar rupiah: Rp 9.750 per dolar AS (naik dari 2013 sebesar Rp 9.600)

Rata-rata suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan: 5,5 persen (naik dari 2013 sebesar 5%)

Harga minyak mentah Indonesia (ICP): US$ 106 per barel (turun dari 2013 sebesar US$ 108 per barel)

Lifting minyak mentah: 870 ribu barel per hari (naik dari 2013 sebesar 840 ribu barel per hari)

Lifting gas bumi: 1.240 ribu barel setara minyak per hari (sama seperti target 2013)

Rasio utang pemerintah terhadap PDB pada akhir tahun 2014: 22-23 persen.
Read More..