Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Kamis, 19 Desember 2013
4 Tips Membersihkan Laptop Yang Kotor

Kebersihan laptop biasanya luput dari pengawasan sang empunya. Apalagi buat anda yang sibuk dengan urusan bisnis atau kuliahnya. Namun agar laptop dapat berjalan dengan lancar dan tidak cepat rusak, bersihkanlah laptop secara rutin, minimal 6 bulan sekali.
Berikut Tips Membersihkan Laptop:
- Untuk membersihkan laptop cukup dengan menggunakan kain katun yang lembut dan cairan pembersih khusus PC atau laptop yang biasa dijual di toko-toko komputer
- Untuk bagian luar laptop, semprotkan cairan pembersih pada kain lap, kemudian lap perlahan sehinggu debu yang melekat menjadi hilang.
- Untuk bagian layar, bersihkan pada saat dalam keadaan mati. Cukup bersihkan dengan kain yang lembut. Hindari menggunakan kain yang kasar, seperti serbet karena bisa merusak atau menggores tipsi layar laptop. usap dan bersihkan laptop dengan mengelap searah, misalnya dari kiri kekanan. Sebaiknya lindungi layar laptop dengan screen protector.
- Untuk membersihkan bagian keyboard, gunakan kain yang dibasahi sedikit cairan pembersih. untuk bagian yang sulit bisa menggunakan kuas kecil dan vacuum cleaner, sehingga debunya bersih. Sebaiknya lengkapi juga dengan keyboard protector. Selain bersih dari debu juga bisa terlindung dari air.
Senin, 09 Desember 2013
Tips Cerdas Merekrut Karyawan Dengan Mudah
Tantangan buat wirausaha adalah mencari dan mendapatkan karyawan yang tepat, baik dan dapat dipercaya. Seringkali memang ditemukan keluhan dari para wirausaha, kesulitannya mendapatkan karyawan sesuai dengan yang diinginkannya.
Berikut saya beri tips untuk mendapatkan karyawan yang tepat adalah:
1. Jangan pernah menerima karyawan karena rasa kasihan, karena family/saudara/teman atau orang yang menawarkan diri untuk berkerja sukarela. Hal ini kadang akan menyulitkan kita jika ditemukan ketidaksesuaian dan sulit untuk kita mengeluarkannya.
Karyawan akan lebih menghargai kita, jika proses rekruitmennya sulit dibanding dengan rekruitmennya mudah.
2. Hal dasar yang perlu dimiliki oleh calon karyawan adalah :
a. Semangat keinginan untuk bekerja.
b. Kejujuran
c. Kemampuan/ketrampilan
Jangan pernah menerima karyawan yang tidak memiliki 3 hal tersebut. Dan jika tidak punya semangat tapi memiliki kejujuran dan keterampilan, masih bisa kita beri motivasi. Jika tidak mempunyai ketrampilan namun ia jujur dan memiliki semangat yang kuat, masih bisa kita beri pelatihan.
Namun jika tidak mempunyai kejujuran walau ia punya semangat dan kemampuan, jangan pernah diterima.
3. Lakukan juga test IQ dan psikotest. Jika anda mempunyai budget yang lebih serahkan hal ini kepada perusahaan jasa psikotest namun jika tidak anda bisa lakukan sendiri. Banyak alat bantu yang bisa digunakan dari mencari di internet dan buku-buku. Dari test tertulis ini bisa kita ketahui tingkat kecerdasannya dan potensi dari setiap individu.
4. Lakukan wawancara untuk menggali potensi yang dimiliki oleh calon karyawan. Sebelum melakukan wawancara, kita harus membuat daftar wawancara yang sistematis. Tuliskan daftar karakter dan kemampuan yang kita inginkan dari setiap posisi yang dibutuhkan. Wawancara yang asal-asalan akan mendapatkan karyawan yang asal-asalan juga. Tentukan skala nilai, misal dari 1 hingga 5.
Dari wawancara yang baik akan terlihat apakah orang tersebut mempunyai karakter yang tangguh, semangat, berpikiran positif, tidak mudah mengeluh, pekerja keras, bisa dipercaya, ramah, mempunyai keterampilan yang sesuai yang kita inginkan dan lain-lain.
Pola jawaban dan gerak tubuh pada saat wawancara bisa diketahui apakah ia menjawabnya dengan jujur atau tidak.
5. Buatlah surat perjanjian kerja, sebagai karyawan baru kita bisa menawarkan masa percobaan 1-3 bulan lalu kontrak perjanjian kerja terlebih dahulu 1-2 tahun sebelum menjadikannya karyawan tetap dan sejauh perusahaan tidak melanggar UU Ketenagakerjaan yang berlaku.
Dan buatlah juga peraturan-peraturan kerja di perusahaan yang ditandatangani karyawan tersebut.
6. Dan test yang terbaik bukanlah pada test tertulis dan wawancara namun justru test pada saat ia sudah di rekrut sebagai karyawan dalam masa percobaan/kontrak tersebut. Kita bisa mengetahui keseharian dan kejujuran karyawan pada saat ia sudah bekerja. Jika tidak sesuai dengan yang kita harapkan maka kita bisa memutuskannya selama masa percobaan/kontrak tersebut.
7. Jika memungkinkan merekrut lebih dari 1 karyawan untuk 1 posisi. Misalnya kita membutuhkan tenaga pemasaran, rekrutlah jangan hanya 1 karyawan namun 2 karyawan. Agar ada semangat berkompetisi sehingga kita benar-benar mendapatkan karyawan yang tepat.
8. Mintalah nomor kontak atasan tempat ia bekerja sebelumnya, atau teman, keluarga dan lainnya, katakan bahwa kita akan menelepon orang tersebut. Apabila ia berkenan maka ia orang yang cukup terbuka. Dan tidak ada salahnya kita menghubungi mereka untuk mendapatkan referensi yang tepat.
9. Untuk membuat karyawan yang loyal, sebagai wirausaha, kita harus dapat memberikan yang lebih dibanding dengan apa yang sudah kita janjikan. Misalnya, memberikan komisi, bonus yang lebih dari apa yang telah dijanjikan sebelumnya.
10. Jika anda masih ragu dalam merekrut karyawan walaupun sudah melalui tahapan test yang ada, saran saya tunda dahulu merekrutnya. Jangan tergesa-gesa, masih ada waktu untuk mendapatkannya yang tepat dan baik.
Sumber : Detik
Berikut saya beri tips untuk mendapatkan karyawan yang tepat adalah:
1. Jangan pernah menerima karyawan karena rasa kasihan, karena family/saudara/teman atau orang yang menawarkan diri untuk berkerja sukarela. Hal ini kadang akan menyulitkan kita jika ditemukan ketidaksesuaian dan sulit untuk kita mengeluarkannya.
Karyawan akan lebih menghargai kita, jika proses rekruitmennya sulit dibanding dengan rekruitmennya mudah.
2. Hal dasar yang perlu dimiliki oleh calon karyawan adalah :
a. Semangat keinginan untuk bekerja.
b. Kejujuran
c. Kemampuan/ketrampilan
Jangan pernah menerima karyawan yang tidak memiliki 3 hal tersebut. Dan jika tidak punya semangat tapi memiliki kejujuran dan keterampilan, masih bisa kita beri motivasi. Jika tidak mempunyai ketrampilan namun ia jujur dan memiliki semangat yang kuat, masih bisa kita beri pelatihan.
Namun jika tidak mempunyai kejujuran walau ia punya semangat dan kemampuan, jangan pernah diterima.
3. Lakukan juga test IQ dan psikotest. Jika anda mempunyai budget yang lebih serahkan hal ini kepada perusahaan jasa psikotest namun jika tidak anda bisa lakukan sendiri. Banyak alat bantu yang bisa digunakan dari mencari di internet dan buku-buku. Dari test tertulis ini bisa kita ketahui tingkat kecerdasannya dan potensi dari setiap individu.
4. Lakukan wawancara untuk menggali potensi yang dimiliki oleh calon karyawan. Sebelum melakukan wawancara, kita harus membuat daftar wawancara yang sistematis. Tuliskan daftar karakter dan kemampuan yang kita inginkan dari setiap posisi yang dibutuhkan. Wawancara yang asal-asalan akan mendapatkan karyawan yang asal-asalan juga. Tentukan skala nilai, misal dari 1 hingga 5.
Dari wawancara yang baik akan terlihat apakah orang tersebut mempunyai karakter yang tangguh, semangat, berpikiran positif, tidak mudah mengeluh, pekerja keras, bisa dipercaya, ramah, mempunyai keterampilan yang sesuai yang kita inginkan dan lain-lain.
Pola jawaban dan gerak tubuh pada saat wawancara bisa diketahui apakah ia menjawabnya dengan jujur atau tidak.
5. Buatlah surat perjanjian kerja, sebagai karyawan baru kita bisa menawarkan masa percobaan 1-3 bulan lalu kontrak perjanjian kerja terlebih dahulu 1-2 tahun sebelum menjadikannya karyawan tetap dan sejauh perusahaan tidak melanggar UU Ketenagakerjaan yang berlaku.
Dan buatlah juga peraturan-peraturan kerja di perusahaan yang ditandatangani karyawan tersebut.
6. Dan test yang terbaik bukanlah pada test tertulis dan wawancara namun justru test pada saat ia sudah di rekrut sebagai karyawan dalam masa percobaan/kontrak tersebut. Kita bisa mengetahui keseharian dan kejujuran karyawan pada saat ia sudah bekerja. Jika tidak sesuai dengan yang kita harapkan maka kita bisa memutuskannya selama masa percobaan/kontrak tersebut.
7. Jika memungkinkan merekrut lebih dari 1 karyawan untuk 1 posisi. Misalnya kita membutuhkan tenaga pemasaran, rekrutlah jangan hanya 1 karyawan namun 2 karyawan. Agar ada semangat berkompetisi sehingga kita benar-benar mendapatkan karyawan yang tepat.
8. Mintalah nomor kontak atasan tempat ia bekerja sebelumnya, atau teman, keluarga dan lainnya, katakan bahwa kita akan menelepon orang tersebut. Apabila ia berkenan maka ia orang yang cukup terbuka. Dan tidak ada salahnya kita menghubungi mereka untuk mendapatkan referensi yang tepat.
9. Untuk membuat karyawan yang loyal, sebagai wirausaha, kita harus dapat memberikan yang lebih dibanding dengan apa yang sudah kita janjikan. Misalnya, memberikan komisi, bonus yang lebih dari apa yang telah dijanjikan sebelumnya.
10. Jika anda masih ragu dalam merekrut karyawan walaupun sudah melalui tahapan test yang ada, saran saya tunda dahulu merekrutnya. Jangan tergesa-gesa, masih ada waktu untuk mendapatkannya yang tepat dan baik.
Sumber : Detik
Senin, 02 Desember 2013
Tips Merawat Pakaian Berbahan Jeans

Jeans sangat populer di semua belahan dunia karena ketahanan serta fleksibilitas yang tinggi.
Dari semua bahan pakaian, jeans adalah salah satu jenis pakaian yang wajib dimiliki oleh siapapun. Mulai dari pejabat tinggi hingga pekerja serabutan, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak, jeans memang fleksibel untuk digunakan oleh siapa saja. Tidak ada batasan untuk segala jenis jeans.
Meskipun jenis bahan jeans mudah dipadupadankan dengan berbagai jenis pakaian, merawat jeans ternyata perlu ketelitian dan kesabaran ekstra. Kalau Anda salah mencuci dan merawatnya, bisa-bisa koleksi jeans kesayangan Anda menjadi pudar dan menyusut.
Benar anggapan bahwa jangan terlalu sering mencuci jeans, tetapi bukan berarti Anda tidak boleh mencucinya. Tidak perlu memakai jasa laundry jika Anda sudah tahu bagaimana tips dan trik agar jeans kesayangan Anda tetap awet sepanjang waktu. Ayo pelajari cara mudah merawat jeans!
Sebelum Mencuci
- Periksa label perawatan yang ada pada jeans Anda. Sesuaikan perawatan dengan petunjuk pada label yang ada.
- Seringkali jeans luntur pada saat direndam. Untuk menghindari warnanya mencemari pakaian yang lain, pisahkan jeans dari pakaian lainnya.
- Balik jeans Anda pada saat merendamnya. Gunakan air hangat (suam-suam kuku) untuk menjaga agar warna jeans tidak pudar dan memudahkan pelepasan kotoran yang menempel pada jeans.
Mencuci Dengan Tangan
- Gunakan deterjen tanpa pemutih, atau bila jeans Anda tidak terlalu kotor, tidak perlu memakai deterjen.
- Dahulukan mencuci bagian yang paling kotor, untuk bagian yang tidak kotor, cukup kucek sebentar saja.
Mencuci Dengan Mesin
- Selalu gunakan air hangat saat mencuci jeans dengan mesin cuci.
- Kancingkan dan kaitkan resleting jeans agar bentuknya tidak berubah.
Mengeringkan
- Bila Anda memeras sendiri koleksi jeans Anda, jangan terlalu keras pada saat memerasnya. Lakukan perlahan agar bentuknya tidak berubah.
- Bila Anda menggunakan pengering mesin cuci, jangan mencampur jeans Anda menjadi satu. Ini untuk menghindari serat-serat tipis pakaian lain menempel pada jeans Anda karena akan sulit dihilangkan.
- Cukup angin-anginkan koleksi Anda di ruangan terbuka. Jangan menjemurnya langsung di bawah terpaan sinar matahari yang akan merusak warna alami jeans.
Menyetrika
- Setrika jeans Anda dari bagian dalam. Gunakan suhu sedang dan jangan pernah menyetrika jeans Anda dengan suhu panas.
- Beberapa jenis serat jeans tidak memerlukan proses menyetrika, ikuti petunjuk itu sekalipun jeans Anda sedikit kusut
Sumber :http://kolom-inspirasi.blogspot.com/2012/02/tips-merawat-pakaian-berbahan-jeans.html#ixzz1njf0H1IN
Langganan:
Postingan (Atom)